Kehamilan Nyaman berkat BAB Lancar
Friday, 27 January 2012
Sebanyak 25% ibu hamil menderita konstipasi alias sembelit. Menurut penelitian yang dilakukan dr Bradley dari Departemen Kebidanan Universitas Iowa, Amerika Serikat menemukan bahwa keadaan ini pun bisa berlanjut hingga 3 bulan setelah melahirkan. Tentu saja konstipasi menjadi masalah yang serius, karena selain mengganggu kehamilan, juga beresiko menyebabkan kerusakan otot panggul (pelvic floor damage).
Kesehatan pencernaan saat hamil memang memiliki peran besar terhadap perkembangan janin dan kesehatan tubuh ibu hamil. Pasalnya, pada saat kehamilan, bayi mendapatkan zat gizi untuk berkembang melalui asupan si ibu. Jadi, diperlukan kesehatan pencernaan yang optimal dari si ibu untuk memastikan kesehatan keduanya berada dalam kondisi prima.
Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan pencernaan, termasuk mengatasi konstipasi, agar asupan zat gizi yang ia dan janin di dalam kandungan butuhkan bisa terpenuhi.
Tidak itu saja. dr H. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam mengatakan mengkonsumsi Serat menjadi solusi terbaik untuk mengatasi konstipasi, jelas. Usus besar menggunakan serat ini untuk mempermudah mengubah makanan menjadi kotoran yang mudah dikeluarkan.
Serat juga merupakan makanan bakteri di usus. Sebagai sumber probiotik (bakteri baik dalam pencernaan) dan prebiotik (makanan bakteri baik), yoghurt membantu fungsi sistem pencernaan, sehingga keluhan sulit buang air besar dan sembelit semakin berkurang.
Sumber: Tabloid Nova, yang ditulis kembali di female.kompas, 2010



